by

Matematika di balik Bit dan Byte Serta Penjelasannya

Matematika di balik Bit dan Byte Serta Penjelasannya

Komputer digunakan untuk pendidikan, bisnis, dan hiburan. Sekarang, komputer diletakkan di atas meja, cocok dengan jam tangan dan menjalankan semuanya dari mobil ke kalkulator. Semua komputer ini bergantung pada matematika.

Kata “komputer” berasal dari komputasi, seperti menghitung jawaban untuk masalah matematika. Komputer menggunakan matematika untuk bekerja dengan data atau informasi. Matematika adalah yang memandu bagaimana komputer memproses, menyimpan, menampilkan, dan berbagi informasi.

Matematika di balik Bit dan Byte Serta Penjelasannya

Algoritma

Algoritma adalah daftar langkah-langkah, seperti yang digunakan untuk memecahkan masalah penambahan dan perkalian. Algoritma juga bisa menjadi petunjuk untuk membangun rumah, seperti membangun lantai pertama, kemudian dinding dan kemudian atap.

Komputer mengikuti langkah-langkah spesifik untuk menyelesaikan tugas. Misalnya, “booting” atau menyalakan komputer menyebabkannya mengikuti algoritma untuk memuat sistem operasinya. Program perangkat lunak terdiri dari banyak algoritma.

Matematika di balik Bit dan Byte Serta Penjelasannya

Algoritma dapat membuat komputer membuat karya seni juga. Ini adalah contoh dari dinding bata yang dibuat secara rekursif. Langkah-langkah dalam algoritma diulang berulang kali

Bit Dan Byte
Komputer terdiri dari sejumlah besar tombol kecil yang dapat dimatikan atau dihidupkan. Komputer menggunakan bahasanya sendiri untuk menunjukkan keadaan sakelar. Nilai on atau off disebut bit, dan ini merupakan unit informasi terkecil komputer. Off diwakili oleh 0, dan on diwakili oleh 1. Bit juga disebut bilangan biner, karena hanya ada dua kemungkinan nilai.

Semua data dalam komputer disimpan dalam bit, tetapi 8t bit dikelompokkan bersama menjadi satu byte. Komputer menyimpan data dan instruksi proses dalam byte. Misalnya Byte 01011010 singkatan dari huruf “z,” .

Dibutuhkan banyak bit dan byte untuk menyimpan banyak informasi. Untuk menangani sejumlah besar byte informasi dikelompokkan menjadi kilobite, megabite, dan gigabita. Masing-masing 1.024 byte, 1.048.576 byte dan 1.073.741.824 byte.

Koding Untuk Angka
Dalam sistem bilangan, kita biasanya menggunakan sistem desimal, yang memiliki 10 simbol: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Namun, komputer harus menyimpan nomor hanya menggunakan simbol 0 dan 1, yang merupakan sistem biner.

Dalam sistem desimal, setiap nilai tempat meningkat dengan faktor 10. Sebagai contoh, angka 111 berarti 100 + 10 + 1 = 111. Ini mewakili 1 di ratusan tempat, 1 di tempat puluhan dan 1 di tempat satuan.

Dalam sistem biner, angka 111 mewakili sesuatu yang sangat berbeda. Setiap nilai tempat meningkat dengan faktor 2. Dalam bilangan biner, 111 berarti 1 di tempat keempat, 1 di tempat kedua dan 1 di tempat yang satu. Jadi bilangan biner 111 berarti nilai 4 + 2 + 1 = 7

Matematika di balik Bit dan Byte Serta Penjelasannya

Koding Untuk Teks
Komputer juga harus menyimpan kata-kata dalam biner. Untuk membantu semua orang menggunakan kode biner yang sama untuk huruf yang sama, aturan standar yang disebut ASCII dikembangkan. ASCII adalah singkatan dari American Standard Code for Information Interchange. Sistem ASCII memberikan kode yang berbeda untuk huruf besar dan huruf kecil, serta karakter lain seperti koma.

Misalnya, kode ASCII untuk “A” adalah 65, yang 1000001 dalam biner. A “a” kecil adalah 97, yang 1100001 dalam biner. Karena setiap karakter disimpan sebagai 1 byte, kata “happy” menggunakan 5 byte.

Koding Untuk Warna

Sistem biner digunakan untuk mewakili lebih dari sekedar teks. Sistem ini juga digunakan untuk gambar, yang terdiri dari banyak piksel persegi kecil. Piksel kata berasal dari kata-kata gambar dan elemen. Misalnya, monitor komputer dapat menampilkan gambar dengan lebar 800 piksel dan tinggi 600 piksel. Ini berarti dapat menampilkan gambar yang memiliki 800 x 600 = 480.000 total piksel.
Warna setiap piksel tergantung pada jumlah cahaya merah, hijau dan biru yang dikandungnya. Skema ini disebut RGB, dan komputer modern menggunakan satu byte untuk setiap nilai RGB ini. Setiap byte menunjukkan seberapa banyak cahaya warna tertentu harus berada dalam piksel tertentu. Ini berarti bahwa untuk 480.000 piksel, komputer perlu menyimpan 3 x 480.000 = 1.440.000 byte.


Campuran warna aditif. Merah, hijau dan biru adalah warna utama karena dapat dicampur untuk menghasilkan yang lain. Kombinasi ketiganya menghasilkan warna putih

Koding Untuk Keamanan

Menampilkan gambar dan teks bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh semua komputer. Orang telah menggunakan matematika untuk mengkodekan pesan rahasia sejak zaman kuno. Sekarang, komputer mengenkripsi data, atau mengonversi pesan menggunakan kode. Pesan terenkripsi tidak dapat didekodekan tanpa kunci.

Satu cara sederhana untuk mengenkripsi pesan adalah mengganti setiap simbol dengan yang lain, seperti mengganti huruf dengan angka dan sebaliknya. Pesan “abc456” dapat dienkripsi sebagai “123def.” Dalam hal ini, menebak kunci cukup sederhana, tetapi komputer menggunakan algoritma yang lebih kompleks untuk menjaga keamanan data.

Matematika di balik Bit dan Byte Serta Penjelasannya

Enkripsi kunci pribadi. Hanya orang-orang dengan kunci rahasia yang dapat mengenkripsi atau mendekripsi data. Keamanan tergantung pada kerahasiaan kunci privat

Matematika di balik Bit dan Byte Serta Penjelasannya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *